Berita > Daerah >
Antara Stok dan Akses: PMII Ungkap Celah Distribusi BBM Subsidi di Bengkalis
📸 Kadis Perindag Bengkalis, Zulpan, saat menyampaikan keterangan terkait distribusi dan pasokan BBM dan latar belakang antrean kendaraan roda dua terlihat memadati area pengisian BBM subsidi jenis Pertalite di salah satu SPBU di Pulau Bengkalis. (Ft/Istimewa)
Bengkalis, Pjsriau.com - Riuh keluhan warga tentang sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) subsidi membuka fakta yang tak sepenuhnya sejalan dengan persepsi publik. Apa yang kerap dianggap sebagai kelangkaan, perlahan terurai sebagai persoalan mendasar dalam sistem distribusi, akses yang belum merata.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Bengkalis, Kamis, 2 April 2026. Langkah ini menjadi respons atas keresahan masyarakat yang terus menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Sidak tersebut tidak hanya memantau ketersediaan stok, tetapi juga menelusuri mekanisme penyaluran BBM subsidi di lapangan. Tim berdialog langsung dengan pengelola SPBU dan masyarakat guna memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi distribusi yang terjadi.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa stok BBM subsidi di tingkat SPBU relatif mencukupi dan tidak mengalami kendala signifikan. Namun, kondisi ini berbanding terbalik dengan realitas yang dihadapi masyarakat; keterbatasan akses justru menjadi hambatan utama dalam memperoleh BBM.
Perwakilan PMII Bengkalis, Hari Rahmat Zuhairi, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa semata dilihat dari sisi ketersediaan. “Kami tidak datang untuk menyudutkan SPBU maupun pengecer. Fakta di lapangan menunjukkan stok cukup, tetapi akses masyarakat yang terbatas justru menjadi persoalan utama. Ini yang harus dibenahi secara sistematis,” ujarnya, Jumat (3/4/2026), kepada Pjsriau.com.
Karakter geografis Bengkalis sebagai wilayah kepulauan memperkuat kompleksitas tersebut. Jarak tempuh yang jauh, jam operasional SPBU yang tidak berlangsung selama 24 jam, serta antrean panjang saat pengisian menjadi faktor yang mempersempit jangkauan masyarakat terhadap BBM subsidi.
Kondisi ini mendorong sebagian warga, terutama yang berada jauh dari SPBU, untuk bergantung pada pengecer sebagai alternatif utama. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, pengecer justru mengalami kekosongan stok, sehingga memicu keresahan baru di tengah masyarakat.
PMII menilai bahwa pola distribusi yang ada belum sepenuhnya menyesuaikan dengan karakter wilayah. “Masyarakat pada dasarnya hanya membutuhkan BBM yang mudah diakses secara langsung. Selama akses masih menjadi hambatan utama, distribusi belum bisa dikatakan berhasil,” tegas Hari.
Dorongan evaluasi pun disampaikan kepada pemerintah daerah bersama BPH Migas agar melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM subsidi, termasuk memperbaiki skema penyaluran hingga ke tingkat pengecer.
Meski demikian, dinamika pasokan di lapangan turut memengaruhi kondisi yang dirasakan masyarakat. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdaperin) Bengkalis, Zulpan, menjelaskan bahwa kekosongan sempat terjadi karena dua SPBU di Kota Bengkalis tidak menerima pasokan BBM pada hari sebelumnya.
“Memang kemarin dua SPBU di kota tidak memasok stok BBM, sehingga dalam keadaan kosong dan berpengaruh pada ketersediaan di kota,” jelas Zulpan.
Ia menambahkan, kondisi tersebut mendorong masyarakat beralih ke SPBU di luar wilayah kota, seperti di Kecamatan Bantan dan Desa Teluk Latak, yang masih memiliki stok BBM. “Akibatnya terjadi antrean panjang di SPBU yang masih tersedia tersebut,” ujarnya.
Namun demikian, pasokan BBM dipastikan segera kembali normal. Berdasarkan hasil koordinasi, mobil tangki pengangkut BBM dijadwalkan tiba pada siang hari.
“Tadi kita sudah koordinasi, mobil tangki akan masuk siang ini. Sore nanti stok BBM sudah tersedia kembali,” ungkapnya.
Zulpan merinci, SPBU di Jalan Bantan, Desa Senggoro, akan menerima pasokan sekitar 15 kiloliter, sedangkan SPBU di Jalan Lembaga mendapatkan sekitar 10 kiloliter.
“Dengan masuknya stok tersebut, kita pastikan pasokan BBM di Kota Bengkalis kembali normal,” tuturnya.
Dengan demikian, persoalan distribusi BBM di Bengkalis tidak semata berkaitan dengan ketersediaan, melainkan bagaimana memastikan akses yang merata bagi masyarakat terutama di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang khas.**

Komentar Via Facebook :