Berita > Lingkungan >
Konsolidasi & Penguatan DPW LPLHI-KLHI Riau, Mugni Anwari: Langkah Penguatan SDM dan Pengawasan, Kawal Kepentingan Masyarakat
Ketua Umum Lembaga Pengawasan Lingkungan Hidup Indonesia - Kawasan Laut Hutan Industri (LPLHI-KLHI), Mugni Anwari Titir Lolobi. (poto/ist)
Pekanbaru, Pjsriau.com - Melalui Pelatihan dan Pembekalan Pengurus DPW LPLHI-KLHI Provinsi Riau, Penegakan hukum lingkungan di Riau menjadi perhatian serius Ketua Umum Lembaga Pengawasan Lingkungan Hidup Indonesia - Kawasan Laut Hutan Industri (LPLHI-KLHI), Mugni Anwari Titir Lolobi. Dalam arahannya kepada Ketua DPW LPLHI-KLHI Provinsi Riau, Ramlis M. Putra dan seluruh pengurus, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang terus muncul di daerah tersebut.
Ket.poto: Ketua DPW LPLHI-KLHI Provinsi Riau, Ramlis M. Putra saat penerimaan surat keputusan (SK) pengurusan Provinsi Riau. Minggu (10/5/2026)
Ketua Umum menyebut tantangan pengurus LPLHI-KLHI di Riau tidak ringan. Banyak laporan dan keluhan masyarakat terkait lemahnya penegakan hukum lingkungan, persoalan birokrasi, hingga hambatan hukum lain yang terjadi di lapangan.
“Di Provinsi Riau ini banyak complain terkait penegakan hukum lingkungan. Juga terkait birokrasi permasalahan hukum, belum lagi hambatan-hambatan lainnya,” ujar Ketua Umum dalam acara Konsolidasi & Penguatan DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) disalah satu hotel pekanbaru. Minggu (10/5/2026).
Ket.poto: Ketua DPD kabupaten Kampar terima surat keputusan (SK), Alfrian).
Ia menegaskan, seluruh persoalan tersebut harus disikapi melalui investigasi dan program kerja yang terukur. Pengurus daerah diminta menyiapkan langkah strategis agar organisasi mampu hadir di tengah masyarakat.
“Kita akan sikapi dan investigasi dengan teknik dan program kerja yang nanti harus disiapkan pengurus. Kita harus berpihak kepada masyarakat, terutama dalam pembentukan peraturan pemerintah dan daerah,” tegasnya.
Selain fokus pada pengawasan lingkungan, Ketua Umum juga meminta pengurus memperkuat kapasitas internal organisasi. Menurutnya, pengurus harus memiliki kemampuan manajemen pembangunan serta manajemen konflik untuk menghadapi persoalan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.
“Kita akan menguatkan SDM. Harus ada manajemen membangun dan manajemen konflik. Ini akan menjadi motivasi saya. Mari kita belajar bersama,” pungkasnya.

Penguatan SDM dan pengawasan terhadap kebijakan lingkungan dinilai menjadi langkah penting agar peran organisasi semakin efektif dalam mengawal kepentingan masyarakat di Provinsi Riau.

Komentar Via Facebook :