Berita > PJSRiau TV >

Hiraukan Jeritan Warga, Pemuda Riau: Kapolri  Mungkin Wajib Tau Kampar Hari ini



KAMPAR, Pjsriau.com - Setiap warga yang melintas dijalan Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar Provinsi Riau, resah dengan debu-debu yang bertebangan. Debu-debu itu diakibatkan titikan tanah merah yang jatuh keaspal dari mobil angkutan tanah timbun. Memang, sampai saat ini belum ada korban jiwa.

"Ini sangat ironis kita melihatnya, ada 6 (Enam) titik tambang galian C di Desa Karya Indah, ini baru satu desa. Bahkan investigasi rekan-rekan media dilihat para pegiat galian C juga belum kantonginl izin Minerba. Ini sangat ironis sekali," kata Rahmad S, salah satu pemuda Riau, kepada awak media ini, Kamis (22/6), di Pekanbaru.

Sebagai pemuda yang kerap menggunakan akal lagika salah itu, Amek sapaan akrabnya memaparkan secuplik keilmuanya, berdasarkan gerak gratifikasi bumi, tanah berbukit tidak menutup kemungkinan di-Jutaan Tahun mendatang bisa menjadi gunung berapi. Mungkin, aktivitas galian C yang saat ini dilakukan dan dibiarkan berlanjut guna mengantisipasi agar jutaan tahun mendatang diwilayah itu tidak terbentuk gundukan Gunung Berapi.

"Saya rasa ini, Bos galian C, Kapolres dan Pemerintah Kampar menggunakan logika dan rumus yang sama dengan fikiran saya. Kalau sempat suatu saat wilayah yang saat ini dicangkul terus jadi gundukan gunung berapi, bisa kacau kalau gunung merapi meletus. Pasti berdampak negatif. Itu kita pakai rumus logika salah untuk jutaan tahun mendatang," papar Amek, sembari senyum.

Akan tetapi, lanjutnya, akal logika salah itu tidak serta-merta untuk dikemukakan dan menghilangkan aspek-aspek hukum apa lagi bagi aparat penagak hukum terkhususnya, sebab undang-undang Minerba telah mengatur dengan baik untuk para palaku usaha dibidang salah satunya galian C.

"Kapolres Kampar harus hadir ditengah-tengah masyarakat, lakukan upaya persuasif dahulu, jika pak bos galian C mau buka usaha setidaknya izin-izin dasar dulu. Setelah itu, pengusaha sah-sah saja dapat untung, tapi jangan sampai akibat ulah pengusaha masyarakat dirugikan atau jadi korban," ujarnya.

"Ini satu contoh ya: Debu-debu yang berterbangan, pasti mengganggu setiap pengguna jalan yang melintasi jalan Desa Karya Indah. Jika terjadi kecelakaan atau musibah, pasti yang repot anggota polisi, trus korban kecelakaan pasti dirugikan. Ekonomi sudah susah, masak Pak Kapolri harus turun tangan ke - Kampar gara ini," ujarnya.

Diberitakan sebelum diduga Bisnis Tanah Timbunan atau Galian Tanah urug Menjamur di Desa Karya Indah Kecematan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Hal ini di ungkapkan oleh pengedaran Sepeda motor yang melintas di jalan Desa karya Indah, yang tidak mau namanya di publikasikan oleh Wartawan Rabu 21 Juni 2023.

"Iya di Desa Karya Indah ini ada enam titik yang buka usaha bisnis Tanah Timbunan atau Galian Tanah urug," katanya

Lanjut di terangkan oleh Warga tersebut, semenjak buka usaha Tanah Timbunan ini, Jalan berdebu dan banyak tanah timbunan berceceran di jalan.

"Iya kalau kita Pakai mobil tidak akan terasa Debu dan ceceran tanah timbunan yang berserakan di jalan tersebut," ungkap warga dengan wajah kesalnya.

Ia pun mengatakan, kalau penggunaan sepeda motor yang melintas di jalan raya di Desa karya Indah.

"Kalau tidak mengunakan Helem pasti mata nya abis kena debu dan tidak akan tahan oleh mata kita kena debu Tanah Timbunan tersebut, diduga semua usaha Galian Tanah Timbunan tersebut tidak mengantongi izin, kita berharap sama penegak hukum polres Kampar dan Kapolda Riau, segera menertibkan dan jangan kalah penegak hukum oleh pelaku pengusaha ilegal," tutupnya.

Jika merujuk pada pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, ditegaskan bahwa orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Di pasal 161, juga diatur bahwa setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan pengangkutan, penjualan mineral dan/atau batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin lainnya akan dipidana dengan pidana penjara.(Med)


Komentar Via Facebook :