Berita > PJSRiau TV >

AMP2L: PT ISA Dinilai Cemarkan Lingkungan, Tambak Udang Ijin Bermodal OSS, AMDAL? 



Bengkalis, Pjsriau.com - Sekelompok massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Lingkungan (AMP2L) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis, Senin (12/6/2023). 

Dari hasil pantauan awak media, aksi demo tersebut terkait adanya pencemaran lingkungan dan polusi udara yang dilakukan oleh PT Intan Sejati Andalan (ISA) berupa pembuangan limbah ke perkebunan masyarakat di Jalan Lestari Duri XIII, Desa Bathin Sobanga, Bathin Solapan.

"Kemudian Permasalahan kegiatan tambak udang ilegal yang masih beroperasi Abrasi pantai di sepanjang pesisir pulau bengkalis dan Kerusakan Hutan akibat peralihan fungsi lahan," kata Kordum Aksi, Muhammad Abdul Kadir Jailani. 

Dalam orasi massa, PT ISA diduga masih saja melakukan kegiatan pencemaran lingkungan baik dari limbah maupun polusi udara ke masyarakat setempat, dari kasus sebelumnya dari hasil negosiasi masyarakat dan pihak PT sudah di lakukan pengerukan dan pencucian parit atau sungai aliran limbah di area perkebunan warga tetapi dari keterangan salah satu warga Desa Lestari. 

Maka dari itu, kata Abdul Kadir, permasalahan tersebut walaupun sudah ada langkah penanggulangannya dari PT ISA sendiri, tetapi ada indikasi kejadian pencemaran terulang lagi di sekitaran warga. 

"Maka dari itu kami meminta ketegasan dari Pemda Bengkalis melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dampak lingkungan yang di akibatkan dari kegiatan industri tersebut dan DPMPTSP terkait perizinan operasional PT ISA ini agar lebih ketat," ujarnya. 

Abdul Kadir menyebut, kita harus menciptakan kegiatan industri yg sehat dan ramah lingkungan bukan hanya semata mata soal keuntungan sebagaimana Hukum yang mengatur Standar Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan atau Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas usaha dan atau kegiatan. 

Dalam pembacaan tuntutannya, AMP2L meminta Mengevaluasi Kembali dan Tindak TEGAS permasalahan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT ISA. 

Kemudian tutup Tambak Udang Ilegal yang mengancam daerah pesisir pantai pulau bengkalis, dan Harus adanya Kepastian hukum, setiap tahun progres pembangunan batu pemecah ombak atau breakwater lalu Pengawasan ketat peralihan fungsi hutan dan lahan untuk kegiatan industri. 

Tak lama setelah melakukan orasi kemudian Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ed Efendi, SH.,MH melalui Kabid Penataan dan peningkatan, Agus Susanto, ST, Msi mengajak para massa aksi untuk masuk melakukan diskusi terkait isu tersebut. 

Dalam diskusi dengan DLH Bengkalis, saat disinggung terkait maraknya Tambak Udang yang membuang limbah ke sungai dan laut kemudian penebangan pohon mangrove yang marak dilakukan demi tambak udang DLH Bengkalis beralasan bahwa pelaku tambak udang dapat melakukan itu hanya bermodal OSS secara online. 

Selain itu, Kadis DPMPTSP Bengkalis, Basuki Rakhmat juga mengakui bahwa tambak udang hanya bermodal OSS sedangkan AMDAL dan praktik kerusakan lingkungan diawasi oleh Kementerian LHK RI dan DLHK Pemprov Riau. 

"Kalau ada yang seperti itu perangkat daerah teknis yang beri sanksi, kalau kami DLH dan DPMPTSP mungkin hanya pencemarannya," ujar Basuki.


Komentar Via Facebook :