https://www.pjsriau.com

Berita > Peristiwa >

Potret Usang Arus Mudik Lebaran H+4: Antrean Tak Berujung di Pelabuhan Roro Air Putih

Potret Usang Arus Mudik Lebaran H+4: Antrean Tak Berujung di Pelabuhan Roro Air Putih

📸 Antrean sepeda motor mengular di jalur masuk Pelabuhan Roro Air Putih, Bengkalis, pada H+4 Lebaran, lonjakan volume kendaraan memicu kemacetan panjang yang kembali terjadi, mencerminkan persoalan klasik arus mudik yang belum terselesaikan. Selasa (24/03/2026).


Bengkalis, Pjsriau.com - Gelombang arus mudik yang semestinya menjadi perjalanan penuh harap justru berubah menjadi ujian kesabaran di Pelabuhan Roro Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis. 

Pada H+4 Idul Fitri, Selasa (24/03/2026), lonjakan kendaraan kembali memicu kemacetan panjang sebuah pemandangan yang terasa akrab, seolah menjadi rutinitas tahunan yang tak terselesaikan.

Antrean kendaraan, yang didominasi sepeda motor, mengular sejak gerbang luar pelabuhan hingga ke akses masuk kapal. Di bawah terik matahari, laju barisan nyaris tak bergerak, waktu berjalan lambat, sementara kelelahan kian terasa bagi para pemudik yang menanti giliran menyeberang.

Seorang penumpang yang hendak menuju Pekanbaru mengaku telah mengantre sejak pukul 10.00 pagi. Hingga pukul 14.30, keberangkatan yang dinanti belum juga tiba. “Saya sudah menunggu berjam-jam, ditambah panas; setiap tahun selalu seperti ini,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut memaksanya menunda perjalanan. Demi keselamatan, ia memilih berangkat keesokan hari daripada harus menempuh perjalanan malam menggunakan sepeda motor bersama istrinya. “Kalau dilanjutkan hari ini, bisa kemalaman di jalan; lebih baik ditunda,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan penumpang lain yang mengaku jenuh dengan situasi yang terus berulang. Ia mempertanyakan ketiadaan solusi yang mampu mengurai persoalan klasik ini.

“Mengapa setiap tahun kita mengalami hal yang sama? Apakah tidak ada langkah efektif untuk mengatasi kemacetan ini?” tuturnya.

“Jika kapal sudah ditambah, mungkin yang perlu diperbaiki adalah sistemnya agar benar-benar efektif, kami berharap antrean panjang seperti ini tidak terus terulang setiap musim Lebaran,” ujar seorang penumpang.

Situasi di Pelabuhan Roro Air Putih kembali menegaskan bahwa persoalan mudik bukan hanya tentang perjalanan, melainkan juga tentang kesiapan layanan publik. Di tengah tradisi pulang kampung yang sarat makna, para pemudik menanti perubahan nyata agar perjalanan menuju kampung halaman tak lagi dibayangi cerita lama yang terus berulang.**


Komentar Via Facebook :