Berita > Lifestyle >
Pulau Penyengat Jadi Titik Awal Standarisasi Gasing Internasional, Lima Negara Satukan Aturan
📸 Pulau Penyengat menjadi titik awal standarisasi gasing internasional melalui pelatihan yang melibatkan lima negara demi melestarikan budaya Melayu. (Ft/Isti).
Bengkalis, Pjsriau.com – Gasing Internasional Pulau Penyengat tidak sekadar menjadi ajang adu ketangkasan. Festival yang mempertemukan peserta dari lima negara itu menjadi momentum penting untuk menyatukan aturan permainan dan mendorong gasing tradisional Melayu menembus panggung internasional.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Bengkel Dasar Gasing Pangkah Malaysia yang digelar di Balai Adat Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi sekaligus merumuskan standarisasi gasing internasional tanpa menghilangkan nilai budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
Festival tersebut diikuti delegasi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura. Selain pertandingan, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai regulasi dan standar permainan sebagai bekal menuju kompetisi bertaraf internasional.
Materi pelatihan disampaikan oleh pelatih Persatuan Gasing Malaysia (Pegama), Cikgu Abdul Hamid bin Abdul Majid. Ia membahas teknik dasar permainan, syarat pertandingan, hingga aturan Gasing Pangkah Malaysia yang menjadi salah satu rujukan dalam kompetisi.
Sebanyak 30 peserta turut mengikuti sesi demonstrasi dan praktik langsung bersama Pasukan Gasing Kampung Pengkalan Renggam, Kandang, Melaka.
"Pesertanya sangat antusiasi mengikuti pelatihan dasar gasing Internasional di pulau Peyengat beberapa waktu lalu. Karena gasing ini merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu dan akan kita standarisasi secara internasional dan tidak meninggalkan tradisi tempatan," ujar Pelatih Gasing Pegama, Abdul Hamid bin Abdul Majid, Senin (29/6/2026).
Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari promosi Pertandingan Gasing Antarabangsa Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Kampung Pengkalan Renggam, Kandang, Melaka.
"Semoga usaha ini dapat terus memartabatkan warisan olahraga tradisional gasing, serta mengeratkan hubungan budaya antara Malaysia dan Indonesia," ujar Zulkahar Tajol bin Hj Ismail dari Tim Gasing Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka.
Pada Festival Gasing Internasional Pulau Penyengat 2026, tim DMDI Melaka dari Kampung Pengkalan Renggam berhasil meraih medali peringkat ketiga setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara dalam ajang Penyengat Heritage 2026.
Abdul Hamid menegaskan, pembahasan mengenai standarisasi akan terus dilanjutkan agar seluruh peserta memiliki aturan baku yang sama saat mengikuti kejuaraan tingkat ASEAN.
"Ya, awal bulan Juni kita akan menggelar pertandingan gasing tingkat Asean yang akan digelar oleh DMDI Melaka. Tentu dalam kesempatan itu akan kita sosialisasikan standarisasi gasing Internasional. Jadi saat ada pertandingan sudah ada ketentuan baku yang sudah disepakati bersama," ujarnya.
Ketua DMDI Kabupaten Bengkalis, Darma Firdaus Sitompul, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kejuaraan gasing internasional. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional Melayu agar semakin dikenal generasi muda.
"Kami sangat mendukung terlaksananya pertandingan gasing Internasional di Melaka, Malaysia. Semoga gasing kedepan dapat membanggakan banga Melayu dalam melestarikan budaya tradisional," ujarnya.
Standarisasi yang mulai dirintis dari Pulau Penyengat diharapkan menjadi fondasi lahirnya aturan bersama bagi negara-negara serumpun, sekaligus memperkuat posisi gasing sebagai warisan budaya Melayu yang mampu bersaing di tingkat internasional.**

Komentar Via Facebook :