Berita > Daerah > Bengkalis
Siaga Karhutla, Polres Bengkalis dan Stakeholder Perkuat Pertahanan Hadapi Musim Kemarau
* 📸 Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar bersama Sekda Bengkalis Dr. Ersan Syaputra dan Kasdim 0303/Bengkalis Mayor Inf Suratno, serta Kasi Intel Kejari Bengkalis Wahyu Ibrahim saat mengecek sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla usai Apel Siaga Karhutla 2026 di Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (4/6/2026).
Bengkalis, Pjsriau.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kabupaten Bengkalis kembali menjadi perhatian serius seiring masuknya fase awal musim kemarau 2026. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan seluruh stakeholder menggelar Apel Siaga Karhutla 2026 untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan titik api di wilayah rawan.
Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Bengkalis, Jalan Ahmad Yani, Kamis (4/6/2026) itu dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Syaputra, TH, mewakili Bupati Bengkalis.
Sejumlah unsur lintas sektor hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Kapolres Polres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kasdim 0303/Bengkalis Mayor Inf Suratno, unsur Kejaksaan Negeri Bengkalis yang diwakili Kasi Intel Wahyu Ibrahim, SH., MH, serta Pengadilan Agama, Danposal Bengkalis, dan berbagai instansi teknis.
Turut hadir pula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat. Secara keseluruhan, ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, hingga sektor swasta dilibatkan dalam penguatan sistem penanganan Karhutla terpadu.
Dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis yang dibacakan, Sekretaris Daerah (Sekda) menegaskan bahwa apel tersebut merupakan langkah strategis, bukan sekadar agenda rutin tahunan.
“Berdasarkan informasi BMKG, wilayah Riau termasuk Kabupaten Bengkalis saat ini telah memasuki masa transisi menuju musim kemarau. Bahkan suhu maksimum diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar seluruh pihak tidak lengah,” tegas dr. Ersan.
Ia meminta seluruh unsur Satgas Karhutla, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya langkah pencegahan berbasis mitigasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mempercepat deteksi dini dan respons terhadap potensi titik api.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan serta pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan bahwa Polres Bengkalis akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.
“Dengan apel kesiapsiagaan ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin solid dan siap bergerak cepat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” ujar AKBP Fahrian.
Kegiatan apel berakhir sekitar pukul 09.05 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder menegaskan komitmen menjaga Kabupaten Bengkalis dari ancaman kebakaran hutan dan lahan sepanjang musim kemarau 2026.**

Komentar Via Facebook :