Berita > Daerah > Bengkalis
Masjid Al-Mubarak Sembelih 7 Hewan Qurban, Termasuk Sapi Ketua DPRD Bengkalis
📸 Proses penyembelihan hewan qurban di Masjid Al-Mubarak Senggoro melibatkan panitia dan masyarakat setempat pada momentum Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026).
Senggoro, Pjsriau.com - Peringatan 10 Dzulhijjah 1447 H di Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, berlangsung hangat dan penuh kebersamaan saat pelaksanaan qurban Masjid Al-Mubarak digelar Rabu (27 Mei 2026). Sejak pagi, ratusan warga memadati area masjid untuk mengikuti Sholat Id hingga prosesi penyembelihan hewan kurban yang berjalan tertib, religius, dan sarat semangat gotong royong.
Sholat Id berjamaah menjadi pembuka rangkaian perayaan Idul Adha. Awalnya, kegiatan direncanakan berlangsung di halaman Kantor BPKAD Bengkalis, namun hujan membuat panitia memindahkan lokasi ke Masjid Al-Mubarak agar jamaah tetap dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.
Usai pelaksanaan sholat, panitia bersama warga langsung melanjutkan penyembelihan hewan qurban di halaman masjid. Tahun ini, total 4 ekor sapi dan 3 ekor kambing disembelih untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Salah satu sapi qurban berasal dari Ketua DPRD Bengkalis, Septian Nugraha, sebagai bentuk kepedulian sosial dalam momentum Idul Adha di wilayah tersebut.
Ketua Pengurus Masjid Al-Mubarak, M. Syafi, menegaskan bahwa Idul Adha tidak hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat.
“Melalui qurban ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan antarwarga. Alhamdulillah, setiap tahun antusiasme masyarakat terus meningkat,” kata Yong Syafi.
Ketua Panitia Qurban, Zulkifli yang akrab disapa Nah Adek, menyebut seluruh proses berjalan lancar berkat kerja sama masyarakat dan panitia sejak pagi.
“Alhamdulillah, pelaksanaan qurban tahun ini berjalan lancar. Mulai dari penyembelihan hingga pembagian daging dilakukan bersama-sama agar masyarakat dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha,” ujarnya.
Bendahara Masjid Al-Mubarak, Bukri atau Bob, menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan kurban di lingkungan masjid.
“Semua bekerja dengan ikhlas. Ada yang membantu penyembelihan, menyiapkan konsumsi, hingga membagikan daging kurban kepada masyarakat. Kebersamaan seperti inilah yang selalu kami jaga setiap Idul Adha,” kata Bob.
Proses penyembelihan juga melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk memastikan tata cara sesuai syariat Islam serta menjaga kebersihan dan kelayakan daging sebelum dibagikan kepada warga.
Bagi masyarakat Senggoro, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat pentingnya kepedulian dan keikhlasan. Daging kurban diharapkan dapat dirasakan merata oleh masyarakat yang membutuhkan.
Tradisi kebersamaan di Masjid Al-Mubarak diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari nilai sosial dan keagamaan warga Desa Senggoro.**

Komentar Via Facebook :