Berita > Daerah > Bengkalis
Polri Bersama Petani Bengkalis Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Perawatan Jagung Pipil
📸 Bhabinkamtibmas Desa Ketam Putih, Aipda Muhammad Hadori, bersama kelompok tani memantau dan merawat tanaman jagung pipil di Desa Ketam Putih, Bengkalis, Kamis (21/5/2026).
Bengkalis, Pjsriau.com - Semangat memperkuat ketahanan pangan nasional terus tumbuh hingga ke wilayah pedesaan. Sejalan dengan program swasembada pangan dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Polres Bengkalis bersama jajaran Polsek Bengkalis menunjukkan keterlibatan nyata melalui pendampingan budidaya jagung pipil di Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis.
Kegiatan pemantauan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, sekitar pukul 11.37 WIB, di lahan pertanian Jalan Simpang Tiga Seliau, Dusun II RT 01 RW 04. Pendampingan dilakukan langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Ketam Putih, Aipda Muhammad Hadori, bersama Kelompok Tani Berkah Lestari yang dikelola Fakhrurrazi.
Kapolres Bengkalis AKBP Pahrian Saleh Siregar melalui Ps. Kapolsek Bengkalis IPTU Hendro Wahyudi mengatakan, “Keterlibatan Polri di sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata dalam meningkatkan produktivitas pangan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.”
Menurutnya, jagung pipil menjadi salah satu komoditas dengan prospek ekonomi menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan pasar, baik untuk konsumsi maupun pakan ternak.
“Memasuki usia tanam sekitar lima minggu, pertumbuhan jagung terus dipantau agar berkembang optimal menjelang masa panen. Bersama kelompok tani, personel melakukan pengairan lahan, penjarangan tanaman, penyiangan gulma, pembumbunan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman,” ujar IPTU Hendro, Sabtu (23/5/2026).
Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian masyarakat sekaligus memperkuat program swasembada pangan secara berkelanjutan.
Lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare itu merupakan aset Pemerintah Desa Ketam Putih yang dikelola bersama BUMDes Ketam Putih dan Kelompok Tani Berkah Lestari. Kebutuhan air tanaman dipenuhi melalui sumur dan saluran tali air. Berdasarkan perkembangan tanaman saat ini, panen jagung pipil diperkirakan berlangsung pada Juni 2026.
Ia menambahkan, “Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat tani sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pangan daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dalam suasana aman dan kondusif.**

Komentar Via Facebook :