Berita > Olahraga >
SILAT TUAH SAKTI Menggema di Sumatra Open, 13 Medali Angkat Marwah Budaya
Perguruan SILAT TUAH SAKTI menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Pencak Silat Gelanggang Silat Hangtuah Sumatra Open, dengan raihan 13 medali terdiri dari 3 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menegaskan dominasi prestasi sekaligus komitmen menjaga marwah budaya pencak silat sebagai warisan luhur bangsa. (Ft/Isti).
Pekanbaru, Pjsriau.com - Arena Kejuaraan Pencak Silat Gelanggang Silat Hangtuah Sumatra Open menjadi panggung pembuktian bagi Perguruan SILAT TUAH SAKTI. Bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang marwah budaya yang dijunjung tinggi. Dari gelanggang ini, SILAT TUAH SAKTI pulang dengan 13 medali terdiri dari 3 emas, 5 perak, dan 5 perunggu sekaligus menegaskan konsistensi prestasi di level regional.
Capaian tersebut mencerminkan kualitas pembinaan yang berkesinambungan, disiplin latihan, serta pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai pencak silat sebagai seni bela diri sekaligus identitas budaya bangsa.
Rajo Alam Luhak Nan Tigo Tubagus Datuk Pesisir Ahmad menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih para atlet. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini melampaui angka dan podium, karena di dalamnya terkandung tanggung jawab menjaga dan menghidupkan warisan budaya Melayu.
“Alhamdulillah, SILAT TUAH SAKTI berhasil meraih 3 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Ini bukan hanya kebanggaan perguruan, tetapi juga kebanggaan budaya,” ujarnya kepada media, Minggu (8/2/2026).
Kejuaraan yang mengusung tema “Gelanggang Silat Hangtuah” dinilai memiliki makna simbolik yang kuat. Nama Hang Tuah, sebagai figur legendaris dalam sejarah Melayu, menjadi pengingat bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan cermin jati diri, kehormatan, dan nilai luhur bangsa.
Menurut Tubagus Datuk Pesisir Ahmad, silat tradisi adalah warisan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dikembangkan secara adaptif. Di SILAT TUAH SAKTI, proses pendidikan atlet tidak berhenti pada teknik dan fisik, tetapi juga menanamkan nilai toleransi terhadap keberagaman adat, suku, ras, bahasa, dan tradisi.
“Budaya adalah identitas bangsa. Merawat warisan leluhur dan kearifan lokal merupakan tanggung jawab bersama agar kehidupan sosial tetap harmonis,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Tuan Guru Hidayat Warman Dt. Rajo Intan. Ia menilai kejuaraan ini berperan penting dalam pembentukan karakter atlet, terutama dalam menanamkan sportivitas sebagai fondasi utama pencak silat.
“Atlet kami dibekali prinsip menghormati aturan, menghargai lawan, bersikap adil dan jujur, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada sesuai keputusan wasit dan panitia,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengendalian diri, kerja keras, dan sikap pantang menyerah adalah nilai yang relevan, tidak hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, SILAT TUAH SAKTI turut menyampaikan apresiasi kepada panitia Kejuaraan Gelanggang Silat Hangtuah Sumatra Open, serta kepada para orang tua dan pihak sekolah yang telah memberikan dukungan penuh kepada para atlet untuk berpartisipasi dan berprestasi.
Atlet SILAT TUAH SAKTI Peraih Medali
• Medali Emas
1. Muhammad Raju Matondang - SD Negeri 26 Pekanbaru
2. Karina Putri Sabina - SMP Negeri 13 Pekanbaru
3. Fathan Abiyu Multhazam - SMP Negeri 3 Pekanbaru
• Medali Perak
1. Aqila Azzahra Arka - SD Negeri 26 Pekanbaru
2. Kalila Dwinof Harby - SD Negeri 26 Pekanbaru
3. Raisa Aqila Wahyu - SD Negeri 26 Pekanbaru
4. Glorius Martilas - SMP Negeri 5 Pekanbaru
5. Lutfi Ramadhan Rusri - SD Negeri 36 Pekanbaru
• Medali Perunggu
1. Deriolin Fakhira Lubna - SD Negeri 26 Pekanbaru
2. A. Zacky Yamani F - SD Negeri 26 Pekanbaru
3. Faiz Nursalim Zuhdi - SMP Negeri 1 Pekanbaru
4. Vidi Febrian Alexander - SMP Negeri 4 Pekanbaru
5. Aisyah Putri Andina - SMP Negeri 13 Pekanbaru
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus mengasah kemampuan di dunia pencak silat, sembari menjaga nilai-nilai budaya bangsa agar tetap hidup, berwibawa, dan membanggakan baik di tingkat nasional maupun internasional.**

Komentar Via Facebook :