https://www.pjsriau.com

Berita > Daerah > Bengkalis

Berpacu dengan Api dan Angin, Komandan Posal Bengkalis Perkuat Barisan Pemadam Karhutla

Berpacu dengan Api dan Angin, Komandan Posal Bengkalis Perkuat Barisan Pemadam Karhutla

Personel TNI Angkatan Laut bersama tim gabungan melakukan pemantauan dan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Desa Kelebuk, Kecamatan Bengkalis, Kamis malam (5/2/2026). 


Bengkalis, Pjsriau.com - Kepulan asap yang terus membubung dari lahan gambut Pulau Bengkalis kembali menegaskan rapuhnya benteng lingkungan di tengah cuaca ekstrem. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memaksa seluruh unsur bergerak cepat, berpacu dengan api yang kian sulit dikendalikan.

Menjawab kondisi tersebut, Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bengkalis mengambil peran aktif dengan mengerahkan personelnya untuk membantu proses pemadaman, meski dihadapkan pada keterbatasan jumlah kekuatan dan sarana pendukung. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi lintas instansi dalam menekan meluasnya kebakaran di wilayah rawan gambut.

Sejumlah titik api terpantau muncul di Jalan H. Ilyas, Desa Air Putih, serta Desa Kelebuk, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Api menjalar cepat di lahan kering, diperparah karakteristik tanah gambut yang mudah terbakar serta hembusan angin kencang.

Dalam operasi pemadaman, tim gabungan melibatkan berbagai unsur, terdiri dari tiga personel TNI AL, satu personel Polri, 20 petugas Pemadam Kebakaran, 15 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 10 warga Desa Kelebuk yang turut membantu di lapangan.

Komandan Posal Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, menegaskan bahwa keterlibatan personel TNI AL merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat.

“Alhamdulillah, Bintara Potensi Maritim (Babinpotmar) Posal Bengkalis turut membantu sekaligus memonitor pemadaman kebakaran lahan perkebunan milik masyarakat di Desa Kelebuk yang terjadi sore tadi,” ujar Nirwan Hastya, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan kronologis kejadian, kebakaran mulai terdeteksi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tim gabungan segera bergerak melakukan pemadaman, namun menghadapi kendala serius berupa keterbatasan sumber air, kondisi lahan gambut yang sangat kering, serta cuaca ekstrem disertai angin kencang.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Hingga Jumat malam, area yang berhasil dipadamkan baru sekitar setengah hektare, sementara api di sejumlah titik masih terpantau aktif.

Untuk mendukung operasi, sejumlah peralatan dikerahkan, antara lain satu unit mesin mini streker milik BPBD Bengkalis, satu unit mesin mini streker Damkar Bengkalis, mesin robin milik masyarakat, serta mesin mini streker milik Polsek Bengkalis. Pemadaman dilakukan menggunakan lima rol selang berdiameter 1,5 inci dan dua unit nozzle.

Lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar di atas tanah gambut yang ditumbuhi pohon akasia. Kondisi lingkungan semakin menyulitkan upaya pemadaman karena tidak terdapat sumber air alami, sementara parit-parit di sekitar lokasi juga telah mengering.

“Personel Posal Bengkalis masih berada bersama tim gabungan. Cuaca panas dan angin kencang membuat asap terus mengepul. Hingga pukul 21.00 WIB, satgas pemadam kebakaran masih bertahan di lokasi sambil menunggu kedatangan alat berat jenis beko untuk membuat embung sebagai sumber air,” jelas Nirwan Hastya.

Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran Bengkalis, Syahrizam, mengungkapkan bahwa minimnya sumber air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Dalam kondisi cuaca panas dan kering yang disertai angin kencang, pemadaman menjadi sangat sulit. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib,” ujarnya.

Upaya pemadaman karhutla di Pulau Bengkalis masih terus berlanjut. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menahan laju kebakaran, sekaligus mencegah dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih luas bagi warga setempat.**


Komentar Via Facebook :