https://www.pjsriau.com

Berita > Peristiwa >

Pantauan INPEST: Bupati Humbang Hasundutan Diharapkan Cek Jalan Doloksanggul - Sijama Polang Rusak Berat

Pantauan INPEST: Bupati Humbang Hasundutan Diharapkan Cek Jalan Doloksanggul - Sijama Polang Rusak Berat

Kondisi jalan penghubung Doloksanggul–Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan, rusak berat dan tergenang air saat hujan. Ir. Marganda Simamora, SH., M.Si, Ketua Umum INPEST, berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen. (Ft/Isti)


Doloksanggul, Pjsriau.com - Peningkatan infrastruktur, khususnya jalan penghubung antarwilayah dan desa, menjadi hal krusial untuk memperlancar transportasi dan mempersingkat waktu tempuh. Jalan yang rusak dapat berdampak signifikan terhadap kemajuan suatu daerah.

Hal ini terlihat jelas dari pantauan lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) di jalur kabupaten yang menghubungkan ibu kota Humbang Hasundutan, Doloksanggul, menuju Kecamatan Sijamapolang dan Desa Bonandolok, yang kondisinya memprihatinkan.

Ruas jalan tersebut banyak mengalami kerusakan berupa lubang, aspal terkikis, dan permukaan tergerus air. Menurut pengamatan INPEST, kerusakan ini disebabkan genangan air dari perbukitan sekitar yang masuk ke jalan akibat tidak adanya sistem drainase yang memadai. Kondisi ini mempercepat kerusakan aspal, yang sangat rentan terhadap air.

Menanggapi hal tersebut, Ir. Marganda Simamora, SH., M.Si, menyarankan pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan segera melakukan perbaikan dengan sistem drainase yang baik. “Kami juga mendorong penerapan sistem semenisasi beton (Rigid) agar ketahanan jalan dapat dioptimalkan dan bertahan lebih lama,” ujarnya melalui press release via WhatsApp, Selasa (6/01/2026).

Ganda menambahkan, pemerintah daerah sebaiknya mengajukan permohonan ke Kementerian Pekerjaan Umum melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IPJD), agar dana APBN dapat dialokasikan untuk perbaikan ruas jalan yang dianggap mendesak.

Akibat kerusakan berat ini, jarak tempuh Doloksanggul–Bonandolok yang seharusnya 25 menit kini membengkak menjadi 60–75 menit. “Perjalanan harus dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama saat hujan, karena jalan kerap tergenang dan dilalui aliran air deras,” tambah Ganda.


Komentar Via Facebook :