Berita > Ekonomi >
Sukarame Bangkitkan Lumbung Baru: Brigade Pangan Bhakti Bela Negara Diluncurkan
Teks foto: Sejumlah pengurus dan tokoh Bhakti Bela Negara bersama para pendamping lapangan berpose di area lahan padi organik PS-08 di Desa Sukarame, Carita, Pandeglang, usai peluncuran Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, Kamis (27/11/2025).
Pandeglang, Banten, Pjsriau.com - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional mendapatkan dorongan signifikan dengan peluncuran resmi Brigade Pangan Bhakti Bela Negara di Desa Sukarame, Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (27/11/2025).
Peluncuran ini menandai dimulainya program penanaman padi organik unggul PS-08 di tahap pertama seluas 750 hektare, yang ditargetkan siap panen pada akhir Januari 2026.
Acara peresmian berlangsung dinamis dan dihadiri tokoh-tokoh kunci dalam gerakan Bhakti Bela Negara, antara lain, M. Fachry Anggara Ketua Pembina Yayasan Bhakti Bela Negara,.Erlambang Trisakti – Ketua Koperasi Garuda Bhakti Bela Negara, Mayjen TNI Tri Martono – Pembina dan penggerak program, Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa – Dewan Pengawas Koperasi GBBN, Uus Ali Husni – Sekretaris Jenderal GAN, Harsya Wardhana – Ketua Yayasan Garuda Bhakti Bela Negara, Bahrudin bin Sukri – Ketua Kelompok Tani Berkah Tani Modern
Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa menekankan bahwa program ini tidak sekadar inisiatif pertanian, tetapi sebuah langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi di tingkat desa.
“Brigade Pangan Bhakti Bela Negara menghadirkan pendekatan baru dalam membangun ketahanan pangan yang melibatkan komunitas desa sebagai garda depan. Ini adalah gerakan strategis, bukan sekadar budidaya,” ujarnya.
Ketua Pembina Yayasan Bhakti Bela Negara, M. Fachry Anggara, menyebut program tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi bela negara yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
“Ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai wacana. Penanaman padi organik PS-08 di Sukarame adalah langkah awal dari komitmen kami menghadirkan pertanian yang modern, mandiri, dan mampu menyejahterakan rakyat,” katanya.
Senada dengan itu, Mayjen TNI Tri Martono menegaskan bahwa program ini memuat nilai strategis jangka panjang bagi negara.
“Gerakan ini bukan hanya tentang menanam padi, tetapi menanam masa depan bangsa. Ketahanan pangan adalah benteng strategis negara, dan Sukarame membuktikan bahwa kemandirian pangan dapat dibangun dari desa,” ujarnya.
Padi organik PS-08 dipilih karena keunggulannya dalam daya tumbuh, ketahanan hama, serta produktivitas yang konsisten. Sistem organik yang diterapkan juga diyakini mampu meningkatkan kualitas tanah dan menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian pesisir Pandeglang.
Ketua Kelompok Tani Berkah Tani Modern, Bahrudin bin Sukri, mengungkapkan antusiasme para petani dalam program ini, sembari menegaskan bahwa pengembangan 750 hektare tersebut merupakan bagian dari roadmap berbasis riset dan teknologi untuk menguatkan sektor pertanian lokal.
Dengan diluncurkannya Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, masyarakat menaruh harapan besar bahwa wilayah Carita dapat berkembang sebagai sentra produksi padi organik unggulan yang mampu memasok kebutuhan beras sehat untuk pasar regional maupun nasional. Program ini juga diharapkan menjadi model terpadu gerakan bela negara melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kemandirian pangan.**

Komentar Via Facebook :