Berita > Daerah > Pekanbaru
Proyek Belum Dibayar, Wawako Marah: Warga Balik Kritik, “Pemko Juga Punya Salah!"
Teks foto; Daniel Simanjuntak, salah seorang warga Pekanbaru dan juga politisi muda dari Partai Hanura
Pekanbaru, Pjsriau.com - Respon publik kembali mengemuka setelah Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, terlihat marah dan mengancam akan mempidanakan kontraktor yang disebut merusak pekerjaan proyek yang belum dibayarkan Pemerintah Kota.
Aksi tersebut menuai komentar tajam dari warga yang menilai persoalan ini semestinya diselesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan dengan kemarahan yang dipublikasikan.
Daniel Simanjuntak, salah seorang warga Pekanbaru dan juga politisi muda dari Partai Hanura, menilai bahwa pemerintah seharusnya introspeksi sebelum menyalahkan pihak rekanan. “Kita ketawa-ketawa aja lihat Pak Wawako marah-marah. Tuan sadar tidak, sistem tuan sendiri yang belum membayar kewajiban kepada kontraktor. Setidaknya dibicarakan baik-baik dan diberi kepastian, bukan main ancam yang ditampilkan di konten,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Daniel juga menyinggung janji politik yang disampaikan pasangan kepala daerah tersebut saat debat Pilkada khususnya soal penyelesaian masalah jalan rusak dan banjir di Pekanbaru. “Janji tuan waktu debat, kalau menang dan dilantik, tak pakai lama-lama, persoalan jalan dan banjir akan selesai. Sampai hari ini, masih nihil,” tambahnya.
Meski begitu, Daniel menegaskan bahwa warga tidak ingin langsung menghakimi atau melakukan kritik tajam. Ia menilai mengelola kota tidak semudah yang dibayangkan. “Kita masih melihat, mengamati, dan memberi kesempatan. Setidaknya dua tahun ini kita biarkan dulu kawan-kawan bekerja menjalankan program yang dijanjikan saat kampanye,” katanya.
Ia menyebut, kritik tajam baru akan disampaikan jika memasuki tahun ketiga masa jabatan namun janji-janji politik masih tidak berjalan. “Kalau tahun ketiga tetap tidak ada realisasi, barulah kita lakukan sosial kontrol.”
Dalam pernyataannya, Daniel juga menasihati para pemimpin kota agar tidak mudah meluapkan emosi. “Tak usah pakai marah-marah dan ancam-ancam dalam memimpin kota bertuah ini. Bukan kalian saja yang bisa marah. Kalau rakyat marah, kalian juga yang pusing.”
Ia mendorong pemerintah untuk lebih fokus menjalankan program prioritas yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Bahkan, Daniel sempat menyentil program kawin massal yang dicanangkan pemerintah kota. “Setidaknya program kawin massal itu bisa mengurangi angka ‘perjombloan’. Fokus saja pada program-program nyata yang menyentuh masyarakat.”
Kritik warga ini menjadi pengingat bahwa komunikasi, penyelesaian masalah, serta realisasi janji politik tetap menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah kota.**

Komentar Via Facebook :