https://www.pjsriau.com

Berita > Daerah > Pekanbaru

Tokoh Melayu Fadila Saputra: Jangan Rusak Citra Negeri Melayu Dengan Aksi Anarkis

Tokoh Melayu Fadila Saputra: Jangan Rusak Citra Negeri Melayu Dengan Aksi Anarkis

Teks foto: Fadila Saputra, Panglima Besar Pagar Negeri Bumi Riau (PNBR) sekaligus Dewan Kehormatan dan Kode Etik DPP Aliansi Media Indonesia (AMI).


Pekanbaru, Pjsriau.com – Aksi unjuk rasa sekelompok mahasiswa di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (13/10/2025) menuai sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh muda Melayu, Fadila Saputra, yang juga menjabat sebagai Panglima Besar Pagar Negeri Bumi Riau (PNBR) sekaligus Dewan Kehormatan dan Kode Etik Pimpinan Pusat Aliansi Media Indonesia (DPP AMI).

Fadila menyayangkan cara penyampaian aspirasi para mahasiswa yang dinilainya tidak mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya masyarakat Melayu.

 “Sebagai putra asli Melayu, saya secara pribadi menyesalkan aksi adik-adik mahasiswa yang terkesan anarkis dan tidak mencerminkan adab serta budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning,” ujar Fadila dengan nada kecewa.

Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, kebebasan tersebut hendaknya tetap disampaikan dengan cara yang santun dan beretika, apalagi di tanah yang menjunjung tinggi nilai adat dan budaya.

“Tidak ada yang melarang menyampaikan aspirasi. Tapi kita hidup di negeri yang berlandaskan Pancasila dan adat istiadat. Mahasiswa sebagai kaum intelektual seharusnya menjadi teladan dalam bertutur dan bersikap,” tambahnya.

Fadila juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah Negeri Melayu dalam setiap bentuk kritik dan perbedaan pendapat. Ia menilai, penyampaian aspirasi seharusnya tidak menyerang pribadi seseorang, terlebih kepada pemimpin daerah seperti Gubernur Riau H. Abdul Wahid, yang juga memegang gelar kehormatan dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Menutup pernyataannya, Fadila berharap Gubernur Abdul Wahid tetap menunjukkan sikap bijaksana dan rendah hati dalam menghadapi dinamika yang terjadi. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga citra Riau sebagai negeri yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Melayu.

“Jangan sampai Negeri Melayu dikenal sebagai negeri yang kehilangan adab karena perilaku segelintir oknum. Mari kita jaga martabat dan marwah kita bersama,” pungkasnya.**


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :