Berita > Opini >
Mesin Balap Epi Valentino Rossi Demam Tinggi
Ilustrasi dukun beranak
Walau bodi motor balap Epi Valentino Rossi sekujur bodynya berkarat, tapi mesinnya menyala, karena ada sedikit pergantian tiang kor-as dan knalpot. Walau sudah berganti onderdil tiang kor-as dan knalpot, tapi mesin balap Epi Valentino Rossi dengan tenaga 500 cc masih demam panas dan pilek. tak tau penyebab pastinya, mungkin karena badai janji palsu yang belum bisa ditutupi.
Janji memang harus ditepati. itu tolak ukur seseorang bermoralitas tinggi atau tidak. tidak boleh dengan alasan politik atau alasan lain, seenaknya mengingkari janji. apalagi dengan alasan politik, janji adalah janji, tunaikan dengan tuntas.
Mesin balap Epi Valentino Rossi lagi demam. bukan karena campuran oli nya gak pas, tapi perkakas di hanggar dirampok massal. karena hanggar tempat singgah tidak dipisah, makanya mesin balapnya demam tinggi, bersuhu 41 derajat. kalau gak diobati dengan tepat, mesin akan meledak.
Mengobati mesin yang demam panas tinggi ini tidak mudah, mesti dibawa ke dukun beranak. tentu dengan jampi-jampi yang mujarab. Satu-satunya Jampi-jampi yang mujarab agar orang lupa pada janji dan sikap arogan adalah meminum air tempat kecoak berenang.
Tentu tidak hanya meminum air tempat kecoak berenang, tetapi harus membaca mantra, dengan menyebut *saya dungu, saya dungu, saya dungu* sebanyak 120 ribu kali setiap hari.
Apabila sudah meminum air tempat kecoak berenang 2 liter sehari, dan membaca mantra *saya dungu, saya dungu, saya dungu* sebanyak 120 ribu kali setiap hari. Mudah-mudahan Mesin Balap ini berkuranglah panasnya sedikit, dari yang semula 41 derajat, menurun menjandi 40,9 derajat.
Namun karena penonton balapan sudah muak dan jengkel, dan Epi Valentino Rossi tau itu, Epi Valentino Rossi saat ini sedang mencari dukun beranak untuk memperbaiki mesin balapnya yang sedang demam tinggi. Jika Bapak/Ibu tahu tempat dukun beranak, tolong kasitahu sama Epi Valentino Rossi. agar mesin balapnya gak demam tinggi lagi.
Penulis: Wak Lado (Pemerhati politik amatiran)

Komentar Via Facebook :