https://www.pjsriau.com

Berita > Daerah > Pekanbaru

Luka Lembam Ganasnya Premanisme di Pekanbaru, Tegur Pelaku Karena Buang Sampah Bukan Tempatnya

Luka Lembam Ganasnya Premanisme di Pekanbaru, Tegur Pelaku Karena Buang Sampah Bukan Tempatnya

Teks foto; Korban ganasnya Premanisme di Pekanbaru 


Pekanbaru, Pjsriau.com -Sekitar jam 17-18.00 WIB, salah seorang karyawan pemilik perumahan sebagai korban ganasnya preman yang menghakiminya sebut samaran (Abd) mengalami lembam dan babak belur akibat menegur pelaku yang membuang sampahnya ditempat yang bukan tempat pembuangan sampah.

Kejadian main hakim sendiri atau pengeroyokan dan penganiayaan terhadap karyawan perumahan tersebut dilakukan oleh tiga orang yang diduga karyawan perusahaan PT. Andalan PB yang beralamat di Gg. Perwira III No.2, Labuh Baru Timur. Jum'at, 17 Mei 2024.

Informasi yang dihimpun dari saksi yang tidak disebutkan namanya terjadi saat pemuda tak dikenal masuk wilayah proyek untuk membuang barang berbentuk sampah, melihat kejadian seperti itu salah satu karyawan perumahan menegur para pelaku tersebut dengan nada sopan. 

Akan tetapi tanpa basa basi atau merasa bersalah membuang sampahnya di area terlarang dalam area justru merespon dengan sambutan yang menghakimi korban, sehingga terjadi perdebat karena korban menanyakan salah apa kalau mengingatkan karena mereka membuang sampahnya, namun ketiga pelaku tak dikenal tersebut menyerang karyawan perumahan hingga korban mendapatkan luka lebam.

Bahkan setelah menghakimi korbannya pelaku sempat merampas hp korban dan video awal kejadian di hapus oleh ketiga pelaku pemukulan penganiayaan lalu pergi meninggalkan korban ditempat kejadian tanpa peduli dengan kondisi korban, "tutur sumber"

Sumber ketika dikonfirmasi oleh pihak awak media menyampaikan bahwa pelaku menggunakan mobil cabin berwarna silver bernomor polisi BM 8412 TW, namun awak media mendapatkan informasi bahwa korban telah melaporkan kejadian di kantor kepolisian terdekat. 

Sampai berita ini, di lansir belum ada penangkapan terhadap pelaku penganiayaan, dan pimpinan redaksi umum cyber masih menunggu nomor kontak pihak kepolisian dimana korban melaporkan kejadian untuk di konfirmasi.**(Media Cyber/Tim).


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :