https://www.pjsriau.com

Berita > Nasional >

Pemeriksaan Terhadap Robert Bonosusatya: Langkah Penting dalam Penyelidikan Kasus Korupsi

Pemeriksaan Terhadap Robert Bonosusatya: Langkah Penting dalam Penyelidikan Kasus Korupsi

Teks foto; Robert Bonosusatya diperiksa sebagai saksi kunci dalam Kasus Korupsi Timah


Jakarta, Pjs​riau.com - Penyelidikan atas kasus dugaan korupsi dalam tata niaga timah di PT Timah Tbk semakin menggiring perhatian publik. Hari ini, fokus jatuh pada pemeriksaan Robert Bonosusatya, yang dikenal dengan inisial RBS, sebagai saksi dalam kasus tersebut. Senin (1/4/2024)

Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menjalankan tugasnya dengan memeriksa Robert Bonosusatya. 

"Hari ini kami memeriksa saudara RBS selaku saksi, kita harapkan keterangan itu bisa membuat terang peristiwa yang terjadi di tata kelola timah," ungkap Direktur Penyidikan Jampidsus, Kuntadi, di Kejaksaan Agung pada Senin, 1 April 2024.

Robert Bonosusatya bukan satu-satunya yang diperiksa. Kejaksaan Agung juga memeriksa empat saksi tambahan. 

Total keseluruhan saksi yang telah diperiksa mencapai 172 orang. Pemeriksaan terhadap Robert Bonosusatya sendiri berkaitan dengan hubungannya dengan PT Refined Bangka Tin (RBT). 

"Sejauh mana keterkaitan yang bersangkutan," jelas Kuntadi.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan Harvey Moeis sebagai tersangka dalam kasus ini. 

Harvey Moeis, yang juga suami dari artis Sandra Dewi, langsung ditahan. Dari enam saksi yang telah diperiksa, Kejaksaan Agung menyatakan bahwa Harvey Moeis berperan dalam melobi beberapa smelter di kawasan IUP PT Timah untuk mengakomodasi pertambangan liar.

Tak hanya itu, Helena Lim juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. 

Helena Lim, yang merupakan manajer PT QSE, diduga turut membantu menyewakan alat peleburan timah di kawasan PT Timah Tbk. 

"Penyidik menyimpulkan telah cukup alat bukti yang bersangkutan sebagai tersangka," ujar Kuntadi.

Kasus korupsi timah ini terbilang kompleks, dengan total 16 tersangka yang telah ditetapkan. 

Publik semakin antusias mengikuti perkembangan kasus ini yang melibatkan tokoh-tokoh terkemuka di industri tambang. 

Diharapkan, penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dapat membawa keadilan dan menjaga integritas hukum dalam menghadapi kasus-kasus korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.**


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :